LashAudioSessionHandler
twitter facebook rss

10 ALASAN FANS KLUB LAIN BEGITU MEMBENCI MANCHESTER UNITED

Orang-orang di dunia tentu tidak harus menjadi seorang penggemar sepakbola untuk mengetahui klub sepakbola sekaliber Manchester United. Dengan 20 gelar Liga Premier dan 3 Piala Champions, semua orang tentu tahu reputasi klub tersebut dan akhir-akhir ini banyak keberhasilan yang telah dicapai Setan Merah.

MU dikenal di dunia sebagai klub paling tersukses di era Liga Premier dan telah tampil konsisten selama bertahun-tahun. Namun keberhasilan yang mereka raih tentu tidak datang cepat ataupun mudah, semua itu dilalui melalui proses bertahap dimana mereka secara perlahan mengambil era Liga Premier dari tangan Liverpool sebagai klub Inggris tersukses pada tahun 1990-an.

Lalu pembenahan klub secara terus-menerus mereka lakukan pada awal 2000-an, dan terbukti mereka telah mengukuhkan statusnya sebagai salah satu klub top di tanah Inggris. Berkat MU, Liga Inggris menjelma menjadi salah satu liga yang paling banyak ditonton dan didukung di dunia terlebih lagi sejak lahirnya sang pemain bintang di sepakbola modern ini, Cristiano Ronaldo.

Namun, peningkatan jumlah fans tidak berarti bahwa setiap orang menyukai MU. Seiring status MU yang semakin melejit, semakin besar pula kebencian para haters yang tampaknya selalu mencari-cari kesalahan mereka. Para fans Liverpool tentu tidak senang saat MU melakukan sesuatu hal yang lebih baik daripada tim mereka. Pada awal 2000-an, Arsenal menjadi rival utama mereka, yang berarti fans The Gunner juga tidak menyukai mereka.

Untuk sekarang ini, fans Liverpool dapat tersenyum lebar kendati MU belum meraih gelar apapun di Liga Premier. Dengan demikian, kenaikan popularitas MU juga bertepatan dengan statusnya sebagai klub sepakbola yang paling dibenci di tanah Inggris. Dibawah ini adalah 10 alasan fans klub lain begitu membenci Manchester United, diantaranya adalah :

1. Fans MU

Keberhasilan MU selama bertahun-tahun telah sukses mengumpulkan banyak penggemar. Namun kenyataannya, beberapa penggemar ini adalah para pemburu yang memilih untuk mendukung tim paling sukses. Para fans MU terkadang menjengkelkan karena sering menyombongkan tentang kemenangan tim mereka untuk mengintimidasi fans klub lain. Lebih parahnya lagi, beberapa dari mereka justru tidak tahu apa-apa tentang klub MU. Meskipun tidak semua fans MU seperti itu, yang pasti merekalah yang membuat kontribusi besar untuk membuat orang-orang membenci klub kesayangannya.

2. Kecemburuan

Kebanyakan fans lain akan mencoba untuk menutupi poin ini, namun kebencian itu tumbuh akibat faktor kecemburuan akan prestasi yang selama ini sudah diraih MU. Pastinya, banyak dari para fans yang “ingin ini ingin itu” jikalau klub mereka berhasil memenangkan treble atau memiliki 20 gelar Liga. Para fans tim lain cenderung membenci MU karena prestasi luar biasanya dan MU telah banyak mencapai tujuan, sementara tim fans lain sedang berusaha keras mencoba untuk mengikuti jejak mereka.

3. MU mempunyai mental untuk mengalahkan raksasa

Dulu, MU adalah tim sepakbola yang paling ditakuti di tanah Inggris berkat asuhan Sir Alex. Tim-tim kuat sekaliber Arsenal, Liverpool dan Chelsea pernah merasakan ganasnya Setan Merah.

Namun sejak diasuh Van Gaal, sihir tersebut seolah-olah hilang. Banyak dari para fans mengambil kesempatan besar dari ‘kemalangan’ yang diderita sebuah tim yang dulunya pernah sukses ini, asalkan itu bukan tim yang mereka dukung. Oleh karena itu, banyak fans tim lain yang bersukacita ketika Liga Inggris mulai goyah semenjak kepergian Sir Alex Ferguson dari Olf Trafford karena hal itu dapat memberikan tim lain kesempatan besar untuk mengalahkan mereka.

4. Kurangnya kompetisi

Banyak orang yang ingin melihat panasnya kompetisi yang berjalan di sebuah Liga sepakbola. Liga pastinya akan terasa membosankan jika pada awal musimnya kita sudah bisa memprediksi tim mana yang akan merebut gelar. MU berhasil mendominasi Liga Premier dalam waktu yang cukup lama sehingga orang-orang sudah bisa memprediksi jikalau klub mereka akan menjadi jawara Liga. Orang-orang sudah bosan melihat kemenangan MU dan faktanya tim lain tidak dapat menghentikan pergerakan mereka, itu berarti MU seolah-olah sedang bermain-main diatas Liga.

5. Pemain MU

Para pesepakbola memainkan peran utama disaat orang-orang melihat tim mereka dan jika seseorang tidak menyukai salah satu pemain tertentu akibat aksi mereka, orang ini pastinya tidak akan menyukai tim mereka juga.

Contoh dalam beberapa kasus pemain di MU, tendangan Eric Cantona kepada fans Crystal Palace, takle mengerikan yang dilakukan Roy Keane terhadap Alf-Inge Haaland dan Ashley Young yang kerap melakukan diving di kotak pinalti. Ada juga selebrasi kontroversional yang dilakukan Gary Neville didepan fans Liverpool. Para pemain inilah yang menjadi aktor utama atas timbulnya kebencian para fans lain.

6. Sir Alex Ferguson

Ferguson diakui sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa, namun semua keberhasilannya tersebut tidak dicapai dengan bersikap manis atau rendah hati. Ia kerap memaksa wasit untuk membuat keputusan yang menguntungkan MU bahkan peringatan FA juga sudah kebal bagi dirinya. Kepercayaan dirinya yang tinggi menyebabkan ia dicap sebagai arogan. Pelatih lain mungkin akan mengeluh tentang sikapnya tersebut, tapi pada kenyataannya adalah sebagian besar dari mereka pasti akan melakukan hal sama jika mereka bisa melakoni beberapa hal yang sama persis dengan SAF lakukan.

7. Fergie Time

Hal ini mengacu pada kebiasaan wasit yang kerap menambahkan lebih banyak waktu didalam pertandingan agar Inggris dapat melesakkan gol. Umumnya hal ini dimulai oleh Sir Alex yang sering menunjuk arlojinya menjelang akhir pertandingan dan beberapa wasit kemudian akan menambah beberapa waktu lagi.

 border=

Fakta buruk adalah klub Inggris sering mencetak gol selama masa-masa waktu pertambahan ini dan terkadang membuahkan kemenangan. Hal ini menjadi faktor kegembiraan bagi Si Alex dan faktor bagi tim lawan, tentu poin mereka akan turun. Ferguson mengklaim bahwa ia melakukannya untuk menciptakan ketegangan bagi tim lawan.

8. Theatre of Dreams

Old Trafford merupakan rumah bagi MU yang dijuluki “The Theatre of Dreams” oleh para legenda MU dan pemain sepakbola terbesar Inggris, Sir Bobby Charlton. Meskipun itu bukan julukan resmi stadium, para fansnya maupun fans tim lain sering menyebutnya seperti itu. Namun bagi beberapa fans tim (non-Inggris) percaya bahwa nama itu mempunyai makna mengagungkan tim MU dan dengan demikian, Mu dapat membangun faktor keunggulan atas tim lawan.

9. Perselingkuhan pemain

Klub Inggris ini sering terlibat skandal seks selama bertahun-tahun, parahnya lagi beberapa pemain ini terlibat aksi perselingkuhan dengan pasangan para pemainnya ataupun wanita panggilan. Beberapa pemain Inggris ini sering menjadi pusat perhatian sejak terlibat kasus skandal seks dan hal ini membuat MU dan sejumlah klub Inggris lainnya memiliki pamor negatif di mata para fans lain. Masih segar dalam ingatan kita tentang skandal seks yang dilakukan beberapa punggawa MU seperti Ryan Giggs, Wayne Rooney dan Patrice Evra.

10. Perburuan pemain

Tidak peduli klub mana yang akan anda bela, anda akan dibenci saat tim kesayangan anda mengambil pemain dari tim lain. Bahkan hal ini menjadi jauh lebih buruk jikalau pemain yang diambil oleh tim anda tersebut merupakan ujung tombak tim lawan.

MU akan selalu dibenci oleh fans Everton karena telah mengambil “Wazza” Rooney dan fans Arsenal karena telah mengambil “RVP” Persie. Fans umumnya marah jika seorang pemain yang dicintainya pergi meninggalkan klub dengan alasan berani dibayar lebih atau kesempatan untuk memenangkan trophi lebih banyak. MU bertanggung jawab akan hal tersebut dan pastinya akan menanggung beban kemarahan mereka.

Comments are closed.

The comments are closed. Submitted in: News |